Di antara gemerlap bintang yang menghiasi langit malam, bayang-bayang hati Amir dan Aisyah terpantul dalam kegelapan yang sunyi. Mereka adalah dua jiwa yang terjalin dalam irama cinta yang tak terlukiskan, melintasi lembah sunyi dan gunung-ganang.
Dalam tatapan mereka yang beradu, terukir cerita panjang tentang kehadiran dan kepergian, tentang cinta yang membara di tengah badai kehidupan. Kata-kata yang terucap dari bibir mereka, tak hanya sekadar bunyi, tetapi harmoni yang meresap dalam tiap hembusan angin, tiap detak jantung yang menggema.
Amir, dengan matanya yang dalam, menyiratkan kebijaksanaan seorang yang telah melalui badai dan gelombang, namun masih menyimpan kelembutan seorang anak yang bermain di tepi pantai. Dia melihat dalam diri Aisyah, bukan sekadar seorang gadis, tetapi bagaikan titik cahaya yang menerangi kegelapan jiwanya.
Sementara Aisyah, dengan senyumnya yang menyejukkan, membawa angin musim semi ke dalam hati Amir yang beku oleh kesedihan. Dia adalah sinar matahari yang menghangatkan dunia Amir, menerangi setiap sudut yang sebelumnya tertutup oleh kelamnya malam.
Mereka memahami bahwa cinta bukanlah sekadar kata-kata yang diucapkan, tetapi adalah kehadiran yang mengisi ruang hampa dalam jiwa, adalah sentuhan yang menyembuhkan luka-luka yang terdalam. Dalam kehadiran satu sama lain, mereka menemukan ketenangan yang selama ini mereka cari, sebuah pelabuhan yang aman di tengah samudra yang ganas.
Namun, seperti bagaimana tiap kisah memiliki babak yang suram, cinta mereka juga diuji oleh takdir yang tak terduga. Namun demikian, dalam setiap turbulensi yang mereka hadapi, mereka menemukan kekuatan dalam kebersamaan, menatap masa depan dengan penuh harapan, tangan di tangan, hati di hati.
Kisah cinta mereka, seperti kisah cinta yang timeless, tak tertulis dalam buku-buku sejarah, tetapi terpatri dalam setiap hembusan angin, setiap deburan ombak, dan setiap bintang yang bersinar di langit malam. Mereka adalah bukti bahwa cinta adalah kekuatan yang tak tergoyahkan, sebuah sinar yang terus bersinar di tengah kegelapan.

Sukakkk,semngattt yaa nulisnya
BalasHapus